Mengenai Saya

Kalau anda lunak pada diri anda kehidupan akan keras terhadap anda... Tetapi... Kalau anda keras terhadap diri anda kehidupan akan lunak terhadap anda... (Andrie Wongso)

Kamis, 30 September 2010

Wow, Stryper Meriahkan Java Rock'inland

Kamis, 30 September 2010 - 19:24 wib                                                      Tomi Tresnady - Okezone
Stryper (Foto: mamasfallenangels.com)
Detail BeritaJAKARTA- Stryper sudah mengkonfirmasi akan turut gabung di konser akbar Java Rock'inland.

Dalam situs resmi www.javarockingland.com, Stryper sudah menkonfirmasi untuk tampil di Java Rock'inland di hari ke tiga, Minggu (10/10/2010).

Band glam rock era 1983-1993 yang nge-hits dengan lagu "Honestly" ini digawangi oleh Michael Sweet (vocal, guitar), Oz Fox (gitar), Tim Gaines (bass), dan Robert Sweet (drum).

Setelah beristirahat lama, tahun 2003 band ini kembali aktif dengan melakukan konser reuni termasuk Indonesia menjadi salah satu tujuan penampilan mereka untuk tahun ini. Selain itu, merekapun sudah menandatangani kontrak album dengan label besar.

Stryper juga sudah mengumumkan akan segera merilis album baru. Sedikit bocoran, "The Covering" akan menjadi nama album mereka, dan dijadwalkan akan dirilis 13 Oktober 2010 nanti.
(uky)

Sinopsis film:LASKAR PEMIMPI

Agresi Militer Belanda II bulan Desember 1948 membuat Sri Mulyani (Tika Project Pop) terbuang dari kampung halamannya di Maguwo, Jawa Tengah. Sri yang lugu mengembara sampai ke wilayah Panjen dan bertemu dengan pasukan gerilya Indonesia pimpinan Kapten Hadi Sugito (Gading Marten) yang sedang membuka pendaftaran anggota baru.
Bersama Sri hari itu, Udjo, putra seorang ningrat yang mendaftarkan diri karena diperdaya Wiwid (Shanty) gadis pujaan hatinya. Selain itu,  ada Ahok (Odie Project Pop) dan Tumino (Gugum Project Pop), pemuda desa dari wilayah sekitar Panjen. Mereka kemudian bergabung dengan Toar (Yosi Project Pop) pemuda rabun yang sudah lebih dulu menjadi gerilyawan, Kopral Jono (Dwi Sasono) yang sering diturunkan pangkatnya, dan Letnan Bowo (T. Rifnu Wikana) tangan kanan Kapten Hadi Sugito.
Sebelum Sri dan teman-temannya mendapat bekal bertempur yang memadai, pasukan KNIL di bawah pimpinan Letnan Kuyt sudah menyerang basis mereka, desa Panjen. Letnan Kuyt menculik Wiwid dan adiknya, Yayuk (Masayu Anastasia) hingga menimbulkan kemarahan Kopral Jono dan anggota baru gerilyawan Panjen.
Di bawah pimpinan Kopral Jono, laskar yang minim pengalaman itu nekad kabur dari markas untuk membebaskan teman-teman mereka. Dengan hanya mengandalkan keterangan dari Once (Oon Project Pop) tentara KNIL yang mereka tawan, dan laskar mbalelo itu menyerbu markas Letnan Kuyt. Akibatnya, mereka malah terdesak lalu ikut ditawan. Untunglah Letnan Bowo dengan pasukan Panjen lainnya menyusul  dan membebaskan mereka.
Ulah Kopral Jono dan anak buahnya itu membuat Kapten Hadi murka. Mereka dipecat dengan tidak terhormat. Hal ini membuat mereka tidak diikutsertakan dalam serangan besar ke Yogya tanggal 1 Maret 1949 yang dipimpin Letkol Soeharto. Tapi, semangat bertempur Kopral Jono dan para laskar terbuang itu tidak surut. Diam-diam mereka bergerak sendiri mencegat pasukan bantuan Belanda dalam suatu misi nekad, mereka dikenal sebagai pasukan elite oleh pasukan Siliwangi, dan turut mencatatkan sejarah sebagai pahlawan ugal-ugalan yang terlupakan.


Jenis Film : Comedy
Produser : Chand Parwez Servia
Produksi : Pt. Kharisma Starvision Plus
Pemain : Project Pop ,Dwi Sasonono,Shanty,Gading Marten,T Rifnu Wikana,Masayu Anastasia,Marcell Siahaan,Candil
Sutradara : Monty Tiwa
Penulis : Eric Tiwa ,Monty Tiwa
(donny-beritaphoto.com)

Rabu, 29 September 2010

Wow! Miyabi Ikut Berebut Piala Citra

Rabu, 29 September 2010 - 09:18 wib                                              Elang Riki Yanuar - Okezone
Detail Berita
(Foto:Ist)
JAKARTA - Ada yang beda di Festival Film Indonesia (FFI) 2010. Bintang porno Jepang Miyabi ikut bertarung di ajang film bergengsi itu demi menggondol Piala Citra.

Sejumlah rumah produksi (PH) diwakili produsernya secara simbolik menyerahkan film-film produksinya yang akan diikutsertakan dalam FFI 2010 yang akan digelar pada Desember 2010 di Batam.

Salah satunya dari Starvision yang secara simbolis menyerahkan delapan judul film. Sebut saja, film XXL, 18+, Affair, Seleb Kota Jogja (SKJ), Red Cobex dan Laskar Pemimpi.
Yang menarik adalah keikutsertaan film Menculik Miyabi. Produser Maxima Ody Mulya Hidayat menyerahkan empat judul film, seperti Air Terjun Pengantin, Mati Suri, Lihat Boleh Pegang Jangan dan Menculik Miyabi.
Menbudpar Jero Wacik yang ditemui di Kantor Kemenbudpar, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (28/9/2010) dalam acara peresmian Festival Film Indonesia (FFI), tidak mempersoalkan keikutsertaan Miyabi.

"Karena ini negara demokrasi, kita enggak bisa melarang banyak. Kita hanya bisa mengimbau kepada para produser untuk membuat film yang mendidik. Saya yakin tidak ada orang Indonesia yang ingin bangsanya hancur. Makanya, kita berjuang untuk itu lewat perfilman," jelas Jero.

Melihat perjalanan FFI yang sempat diwarnai aksi pengembalian Piala Citra, Jero berharap FFI tahun ini dan seterusnya berjalan lancar.

"Sekarang FFI diselenggarakan di Batam. Kalau saya jadi wali kota, saya pasti mau kota saya yang jadi tuan rumah FFI. Daripada buat baliho besar untuk pemilukada, mendingan buat acara FFI ini kan. Pasti tidak akan rugi," katanya.(ang).

Rabu, 08 September 2010

Sinopsis film: Sang Pencerah

Sepulangd dari mekah, Darwis mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat islam yang melenceng ke arah Bid’ah.  Karenanya, islam dipandang sebagai agama mistik oleh eropa (Belanda) dan kamu moderat.
Melalui keinginan Ahmad Dahlan membuka sekolah yang menyadarkan bahwa islam tidak hanya berkutat soal tauhid, tetapi juga mampu memperbaiki kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan. Bagi Ahmad Dahlan kemiskinan disebabkan karena kebodohan. Berangkat dari gagasan itulah maka dia memulai kiprahnya.
Diawali dengan mengubah arah kiblat yang salah di Masjid Besar Kauman yang mengakibatkan kemarahan para kyai fanatik sehingga surau Ahmad Dahlan dirobohkan karena dianggap mengajarkan aliran sesat. Juga dicap kafir karena membuka sekolah yang menggunakan kursi. Dia juga dituduh sebagai kejawen karena dekat dengan kalangan cendekiawan di Budi utomo.
Tetapi tuduhan tersebut tidak menyurutkan niat Ahmad Dahlan. Dengan ditemani istri tercinta Siti Walidah dan 5 orang muridnya, Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan untuk mendidik umat islam untuk berpikiran maju sesai dengan perkembangan zaman.


Pemain : Lukman Sardi, Slamet Raharjo, Zaskia, Adya Mecca, Ihsan Tarore, Giring, Nidji, Yati Surachman, Sujiwo Tedjo
Sutradara/Skenario/Cerita : Hanung Bramantyo
Produser : Raam Punjabi

(Rudolf – Beritaphoto.com)

Sinopsis film:Dawai 2 Asmara

beritaphoto.comJakarta, BeritaPhoto.com – Film yang disutradarai oleh Asep Kusdinar & Endri Pelita ini menceritakan tentang rumitnya percintaan Thufa (Cathy Sharon) antara memilih Penyanyi Dangdut (Ridho Rhoma) dengan Penyanyi Pop (Delon). Siapakah yang akan Thufa pilih???
Sinopsis
Ridho, yang sedang menuntut ilmu di negeri seberang, dipanggil pulang oleh ayahnya, Rhoma Irama untuk melanjutkan perjuangannya: memberi “Nuansa Baru” pada music asli Indonesia,yaitu Music Dangdut. Tidak dipungkiri, music Dangdut memang terbuka untuk menyerap berbagai unsur music. Apakah Ridho berhasil memberi nafas baru bagi Music Dangdut?
Di sisi lain kehidupannya, Ridho dihadapkan pada sebuah pilihan asmara, akankah ia memupuk kembali cintanya pada Thufa, teman semasa SMPnya ataukah ia akan menyemai benih-benih cinta baru dengan Haura,seorang siswi dari Australia yang sedang meneliti Musik Dangdut di Indonesia?
Sementara itu, Thufa, sabelum bersua kembali dengan Ridho, manjalani kehidupan menantang seorang wanita muda berkarya dengan didampingi oleh seorang penyanyi muda berbakat, Delon sebagai teman dekatnya.
Dengan hadirnya kembali Ridho dalam hidupnya, Thufa pun merasa bimbang. Siapa yang akan ia pilih: Ridho, yang selalu menimbulkan getar-getar halus di hatinya atau Delon, yang selalu memberikan rasa aman ketika bersamanya?
Kisah Ridho,Thufa, Delon, Haura, semakin rumit dengan kehadiran Brutus, salah seorang ‘fans berat’ Rhoma Irama sejak dulu yang mencoba segala cara untuk “bersentuhan” dengan ‘Sang Raja Dangdut Indonesia’ .


Jenis Film : Drama/musical
Produser : Erna Pelita
Sutradara: Endri Pelita & Asep Kusdinar
Pemain : Rhoma Irama, Ridho Rhoma, Cathy Sharon, Delon Thamrin, Pepeng “Naif”, Emily Graham
Produksi : Rumah Kreatif 23
(Reporter : Donny Pratama)